Hari ini (27/03) Kami bersama warga bergerak bersama demi kepentingan bersama untuk memutus rantai penyebaran covid-19. Kami tau ini bukan keputusan dari pemerintah untuk "lockdown" tapi bagi kami inilah tindakan dan langkah tegas kami bersama warga untuk melindungi kami dan warga masyarakat dusun temon utamanya. Dengan berbagai elemen masyarakat kami melakukan pencegahan dan membatasi siapa saja yang akan masuk di kampung kami. Melakukan prosedur yang mungkin sudah sesuai di gapura depan dusun dengan menseterilkan setiap warga yang masuk. Setiap hari kami dan warga bergantian untuk berjaga digapura masuk dusun kami tetap dengan semangat gotong-royong.
Pada hari Sabtu, 20 Oktober 2018 kami membuat sebuah event yang bertujuan untuk mengapresiasi para pelaku seni dengan aliran dangdut di Temon, Pandowoharjo, Sleman, Yogyakarta. Dangdut adalah aliran musik asli dari Indonesia yang merupakan kebangaan warga Indonesia di kancah Internasional. Sebagai warga negara yang baik kami sangat ingin melestarikan kesenian ini yang menjadi kebanggaan kami, meskipun dengan sarana dan prasarana yang terbatas. Dengan alasan banyaknya peminat yang ada pada setiap pertunjukan dangdut menimbulkan rasa ingin melestarikan kesenian di bidang musik khususnya dangdut. Maka dari itulah sangat perlu bagi kita sebagai pemuda dan pemudi untuk mengapresiasi para seniman dan seniwati yang sampai sekarang tidak malu untuk bergerak di aliran musik dangdut.